-->

Header Menu

Regulasi Pengangkatan Guru Honorer Tanpa TES akan Di Peroleh Berkat Dukungan Seluruh Kepala Daerah, Wakil Presiden, DPR RI Dan Staf Presiden, Alhamdulillah

Wakil ketua umum forum Guru Tenaga Kependidikan Honorer Nonkategori usia 35 tahun ke atas (GTKHNK35+) Yusak mengungkapkan bagaimana sulitnya para guru agama untuk mendapatkan sertifikasi pendidik. Mereka terbentur dengan aturan mengajar 24 jam, sementara jam mata pelajaran (mapel) agama hanya sedikit. 


"Pemerintah harus melihat kondisi guru agama kita. Para ustaz dan pendeta yang mengajar pendidikan agama Islam, agama Kristen itu susah mendapatkan sertifikasi karena mereka jam pelajarannya sedikit," kata Yusak kepada JPNN.com, Selasa (9/2). 

Baca Juga : Bukan Hanya Angin Segar, Mulai Maret 2021, Pengangkatan Guru Honorer dan Tendik Menjadi ASN, TANPA TERKECUALI, ALHAMDULILLAH

Baca Juga : Informasi Terbaru Kemendikbud soal Materi Ujian PPPK, Guru Honorer Harus Tahu

Lanjut Yusak, pemerintah memuliakan para rohaniawan. Apa jadinya negara ini tanpa ada guru agama. Dia menilai kebijakan pemerintah seringkali tidak melihat kondisi di lapangan. Sebagai contoh sertifikat pendidik (serdik), yang persyaratannya tidak bisa dijangkau oleh seluruh guru honorer. Kemudian rekrutmen guru PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) yang sangat bertentangan dengan aspirasi seluruh guru honorer dan tenaga kependidikan terutama usia di atas 35 tahun. Mengingat guru honorer dan tendik ada karena sekolah kekurangan tenaga pengajar. 

Baca Juga :  Kemendikbud : Guru Honorer Bisa Beralih Status jadi PNS, Syaratnya Sangat Mudah ! , Simak Selengkapnya

Baca Juga : Kabar Gembira dari Kemendikbud untuk Seluruh Guru PNS dan Honorer Terkait TPG, Alhamdulillah

Mengucap Syukur, Kami Ikut Senang "Mestinya kan ya pemerintah cek di lapangan kondisinya seperti apa. Kenapa tidak angkat saja guru honorer yang sudah bekerja jadi PNS. Toh kemampuan mereka sudah teruji," ucapnya. 

Kalau kualitasnya jelek, lanjut Yusak, kenapa guru honorer tetap dipertahankan. Tidak adil begitu ada anggaran pemerintah malah merekrut guru CPNS. Sedangkan guru honorer disuruh ikut tes dan bersaing dengan yang muda-muda.

Kami tegaskan lagi PPPK bukan untuk guru honorer dan tendik. PPPK untuk pelamar umum. Kami tetap menuntut Keppres pengangkatan PNS tanpa tes," tegasnya. 

Dia optimistis regulasi itu akan diperoleh mengingat dukungan pengangkatan guru honorer dan tendik menjadi PNS terus berdatangan dari kepala daerah maupun DPR RI. GTKHNK35 bahkan sudah bertemu Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko untuk menyampaikan aspirasinya

Artikel ini tayang dengan judul Regulasi Pengangkatan Guru Honorer Tanpa TES aKan Di Peroleh Berkat Dukungan Seluruh Kepala Daerah, Wakil Presiden, DPR RI Dan Staf Presiden, Alhamdulillah 

1 Response to "Regulasi Pengangkatan Guru Honorer Tanpa TES akan Di Peroleh Berkat Dukungan Seluruh Kepala Daerah, Wakil Presiden, DPR RI Dan Staf Presiden, Alhamdulillah"

  1. Ya Allah bukakanlah hati para pejabat kami,, agar mereka memperhatikan kami honorer d yayasan atau swasta yg sdh sertifikasi dan infasing untuk bisa masuk dlm P3K atau ASN karena kami sdh mulai 2003 mengabdi,,kami yg sdh sertifikasi dan infasing TDK boleh dapat apapun dari dana bos,,, jadi kalau difikir" kami ini bekerja TDK dpt gajih tapi dapat tunjangan saja,, tapi mudahan" ikhlas untuk menerima semuanya🤲🤲

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel